Bandung

Bandung
Bandung

Sabtu, 17 Maret 2012

Membaca dalam hati


BAB I
PENDAHULUAN

Membaca dalam hati ialah cara atau teknik membaca tanpa suara. Jenis membaca ini perlu lebih ditekankan kepada pemahaman isi bacaan. Dalam kurikulum 2004 tertera membaca sekilas, membaca dangkal, membaca intensif, dan membaca ekstensif. Membaca jenis ini dapat digolongkan ke dalam membaca dalam hati. Membaca dalam hati berbeda dengan membaca teknis.
Membaca dalam hati lebih banyak menggunakan kecepatan gerak mata, sedangkan membaca teknis lebih banyak menggunakan gerakan mulut. Mengingat gerakan mata lebih cepat menanggapi apa yang dibaca, maka membaca dalam hati lebih cepat prosesnya daripada membaca teknis. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak menggunakan membaca dalam hati dalam kegiatan membaca / wacana apapun. Jangan biarkan membaca menggunakan ujung jari atau mulut yang berkomat – kamit, karena kegiatan ini akan menghambat kecepatan dalam membaca.
Membaca dalam hati dapat diperkenalkan sejak kita berada di kelas II sekolah dasar, tapi secara intensif diberikan pada saat kelas III dengan tujuan membaca dalam hati ialah melatih kemampuan dalam memahami isi wacana /bacaan. Membaca dalam hati cocok untuk keperluan studi dan menambah ilmu pengetahuan / informasi.
Pada saat awal kita dibangku SD dikenalkan dengan membaca dalam hati, pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan ingatan. Makin meningkat kelasnya, pertanyaan pikiran harus mendapat perhatian guru, sebab dengan cara ini akan lebih mendorong siswa untuk giat membaca.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan membaca dalam hati adalah sebagai berikut:
  1. Guru menerangkan kata-kata yang diperkirakan sulit atau baru bagi siswa. Sebagai variasi dan menghindarkan ketergantungan siswa terhadap penjelasan guru dapat ditempuh dengan jalan memberikan daftar kata-kata sulit atau kata-kata baru dan siswa dilatih mempergunakan kamus untuk mencari kata-kata tersebut.
  2. Guru memberi waktu ± 15 menit untuk membaca dalam hati suatu bacaan yang disajikan, sebaiknya bacaan yang berisi masalah baru. Waktu yang disediakan tergantung pada panjang pendeknya bacaan tersebut.
  3. Setelah waktu yang ditentukan habis, siswa disuruh untuk menutup bacaan yang sudah dibaca, untuk menghindarkan siswa membaca kembali bacaan tersebut pada waktu ia menjawab pertanyaan bacaan.
  4. Guru memberikan pertanyaan mengenai bacaan, baik pertanyaan ingatan maupun pertanyaan pikiran. Jawaban dapat disampaikan secara lisan untuk melatih keberanian siswa berbicara. Dapat pula secara tertulis untuk melatih kecermatan siswa dalam menulis.
  5. Dalam praktek sehari-hari setelah langkah-langkah di atas dilakukan, biasanya dilanjutkan dengan membaca teknis atau membaca bahasa. Catatan :
Membaca dalam hati akan cacat apabila :
1. Membaca dengan suara berbisik / bergumam.
2. Bibir bergerak-gerak (komat-kamit)
3. Kepala bergerak ke kiri dan kanan mengikuti baris-baris bacaan, atau
4. Menunjuk dengan jari, pensil, dan lain-lain.
Pada saat membaca dalam hati, kita hanya menggunakan ingatan visual (visual memory) yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan utama membaca dalam hati (silent reading) adalah untuk memperoleh informasi.










BAB II
PEMBAHASAN

Membaca dalam hati dapat dibagi atas :
A.     Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat. Dengan demikian, membaca secara efisien dapat terlaksana. Membaca ekstensif biasanya lebih banyak dilakukan diluar kelas.
Membaca ekstensif ini meliputi :
1.      Membaca survei ( survey reading )
Sebelum kita mulai membaca maka biasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari dan yang akan ditelaah, dengan jalan :
a.       Tentukan pada diri kita apa yang ingin kita cari, caranya dengan melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku yang bersangkutan;
b.      Memeriksa, memilih indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku;
c.       Bilamana kita telah menemukan yang telah kita cari, bacalah teks sekelilingnya juga.
Kecepatan serta ketepatan dalam mensurvei bahan bacaan ini sangat penting. Hal ini turut menentukan seseorang dalam studinya.

2.      Membaca sekilas ( skimming )
Sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penenangan. Maka disini Anda harus dapat menemukan inti dari setiap alinea. Kerjakanlah sebagai berikut :
a.       Baca dan periksalah alinea pertama pada tiap bab atau paragraf, karena ini merupakan pendahuluan dari bab itu.
b.      Baca alinea terakhir dari suatu bab karena disini terangkum kesimpulannya.
c.       Bacalah dari alinea yang berada ditengah-tengah kalimat pertama dan terakhir.
d.      Perhatikan kata-kata yang digaris bawahi dan kata-kata yang dicetak dengan cara lain. Kata-kata ini memberikan petunjuk-petunjuk atau tanda-tanda yang khusus.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas, yaitu :
a.       Untuk memperoleh kesan umum
Dengan membaca sekilas kita dapat mempelajari sifat hakikat dan jangkauan buku tersebut, susunan atau organisasinya, dan sikap umum sang penulis serta pendekatannya terhadap bahan atau subjek pembicaraan.
b.      Untuk menemukan hal-hal tertentu
Kerap kali membaca sekilas itu untuk mendapatkan fakta atau hal tertentu.
c.       Untuk menemukan bahan dalam perpustakaan
Kita pun membaca sekilas kartu katalog untuk mendapatkan buku-buku yang sesuai. Apabila kita telah menemui apa yang kita ingin dengan cara membaca sekilas. Ubahlah cara membaca kita. Bacalah bahan itu dengan teliti. Catatlah hal-hal yang penting serta fakta-fakta yang menunjang.

  1. Membaca dangkal ( superficial reading )
Pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan. Membaca bacaan ringan yang mendatangkan kebahagiaan di waktu senggang.

B.     Membaca Intensif
Yang dimaksud dengan membaca intensif atau intensive reading adalah studi seksama, telaah, teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan didalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira 2-4 halaman tiap hari.
Yang termasuk kedalam kelompok membaca intensif ini adalah :
a.       Membaca telaah isi ( content study reading )
b.      Membaca telaah bahasa ( linguistic study reading )
Tujuan utama membaca intensif adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, Urutan-urutan retonis atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya. Membaca dalam hati yang lancar sungguh sangat berguna bagi setiap orang yang ingin mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Membaca
                                                   
                        Membaca Nyaring                             Membaca Dalam Hati
                       

                                    Membaca Ekstensif               Membaca Intensif
 


            Survei      Sekilas        Dangkal         Telaah isi        Telaah Bahasa

                       Teliti   Pemahaman   Kritis    Ide-Ide         Bahasa       Sastra

Skema Cara Membaca



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Membaca dibagi menjadi dua, yaitu membaca nyaring dan membaca dalam hati. Membaca dalam hati terdiri dari membaca ekstensif dan membaca intensif. Membaca ekstensif mencakup membaca survei, membaca sekilas, dan membaca dangkal. Sedangkan, membaca intensif mencakup membaca telaah isi (membaca teliti, membaca pemahaman, membaca kritis, dan membaca ide-ide) dan membaca telaah bahasa (membaca bahasa dan membaca sastra).
 Membaca dalam hati yang lancar sangat berguna bagi setiap orang yang ingin mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Cara membaca yang paling baik adalah membaca dalam hati.

B. Saran
Bila Anda ingin mengetahui isi buku secara cermat gunakanlah cara membaca dalam hati. Membaca buku untuk menyiapkan diri untuk tentamen maka membacanya haruslah benar-benar intensif. Bila buku itu Anda gunakan untuk mencari bahan tertentu untuk membuat skripsi, maka membaca itu hanya secara global. Anda harus menentukan cara mana yang akan Anda pakai untuk membaca buku itu. Maka mulailah dari sekarang untuk membaca dalam hati.









DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, Henry Guntur. 1979. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa
Rooijakkers, Ad. 1995. Cara Belajar di Perguruan Tinggi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama




Sumber lain :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar